Kamis, 31 Oktober 2013

Psi Manajemen tugas 2



Psikologi Manajemen
Pengertian Manajemen
Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Stoner). Manajemen merupakan ilmu dan seni.
Ada 4 fungsi utama dalam manajemen:
- Perencanaan (Planning)
- Pengorganisasian (Organizing),
- Pengarahan (Actuating/Directing)
- Pengawasan (Controlling)
Fungsi-fungsi Manajemen
- Perencanaan (Planning)
- Pengorganisasian (Organizing)
- Pengarahan dan pengimplementasian (Directing/Leading)
- Pengawasan dan Pengendalian (Controlling)
Kata “manajemen” tampaknya sudah begitu sering kita dengar. Manajemen erat kaitannya dengan konsep organisasi. Manajemen diperlukan ketika terdapat sekumpulan orang-orang (yang pada umumnya memiliki karakteristik perbedaan) dan sejumlah sumber daya yang harus dikelola agar tujuan sebuah organisasi dapat tercapai. Tujuan tersebut sangat beragam, tergantung dari jenis sebuah organisasi. Menurut Tisnawati Sule, manajemen adalah sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian orang-orang serta sumber daya organisasi lainnya.
Hakikat manajemen adalah merupakan proses pemberian bimbingan, pimpinan, pengaturan, pengendalian, dan pemberian fasilitas lainnya. Pengertian manajemen dapat disebut pembinaan, pengendalian pengelolaan, kepemimpinan, ketatalaksanaan yang merupakan proses kegairahan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya

Psikologi Organisasi
Psikologi organisasi adalah studi ilmiah tentang perilaku individu dan kelompok dala organisasi. Psikologi organisasi sebenarnya adalah bagian daribidang yang lebih luas yaitu psikologi industry. Psikologi industry menggunakan metode ilmiah untuk mempelajari perilaku dalam organisasi, juga menyelesaikan masalah praktis dalam organisasi.  Secara historis, psikologi organisasi lebih lambat berkembang daripada lapangan industry. Interaksi yang dinamis antara ilmu pengetahuan dan praktek, dalam banyak kasus dapat memperbaiki hubungan organisasi dan karyawan.
Organisasi dapat dikatakan sebagai serangkaian system yang dinamis yang saling berkaitan satu sama lain ,yang dirancang untuk menghadapi tugas –tugas yang rumit.setidak tidaknya kita dapat memanipulasi tiga dimensi dari sisitem system organisasi dalam rangka usaha untuk memperbaiki pelaksanaan tugas. kita tidak boleh melupakan suatu variable lainnya yang kurang bisa di control yaitu tata lingkungan dari organisasi –organisasi lain dan intitusi-intitusi lain .dimana organisasi kita berada .
Secara umum dapat dikatakan bahwa perubahan struktural akan tampak sebagai suatu titik tolak yang tepat untuk memperbaiki pelaksanaan tugas –tugas yang bisa di programkan ,sedangkan perubahan struktural juga sering merupakan langkah pertama yang terbaik bila kita mencoba melaksanakan perubahan pada unit-unit yang sangat besar .dari satu segi maka sistim informasi dan sistim control dapat di pandang sebagai “pengalir tugas” yang mengerjakan tugas-tugas dari keadaan yang kurang terprogram menuju ke tinggkatan yang lebih terprogramkan . tetapi bagaimanapun juga semuanya itu secara positif terkait kepada struktur.

Psikologi Komunikasi
Komunikasi atau dalam bahasa inggrisnya Communication, menurut asal katanya berasal dari bahasa latin yaitu Communicatio. Komunikasi adalah suatu proses ketika seseorang atau kelompok masyarakat menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungannya. Pada umumnya, komunikasi terjadi secara lisan atau verbal. Komunikasi  dapat terjadi jika ada persamaan antara penyampaian pesan dengan orang yang menerima pesan.
Komunikasi adalah saluran mereka untuk mempengaruhi setra mekanisme mereka untuk melakukan perubahan. Akhir-akhir ini didalam organisasi industry masalah berkomunikasi tentang komunikasi telah menjadi popular, yaitu berbicara dan menulis tentang pentingnya berkomunikasi.
Pertama-tama kata komunikasi telah telah dipergunakan untuk mengartikan segala hal yang berpidato sampai berdagang. Kemudian, sebagian besar pembicaraan telah lebih bersikap teguran daripada penjelasan.
Para manager ditegur agar mempergunakan komunikasi “dua-arah”, karena hal itu adalah”lebih baik” (apa arti “lebih bail?”) daripada komunikasi satu arah. Model telah berkembang kepada komunikasi “tiga-arah”, lagi-lagi tanpa keterangan dan definisi yang tepat.

Definisi Komunikasi dalam Komponennya
Setelah diatas kami sudah berikan pembahasan tentang definisi komunikasi dan sejarah komunikasi, sekarang anda pun harus tahu apa saja komponen yang ada pada definisi komunikasi secara umum.

Komponen komunikasi adalah hal-hal yang harus ada agar komunikasi bisa berlangsung dengan baik. Menurut Laswell komponen-komponen komunikasi adalah:
  • Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.
  • Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.
  • Saluran (channel) adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan. dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara.
  • Penerima atau komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain
  • Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya.
  • Aturan yang disepakati para pelaku komunikasi tentang bagaimana komunikasi itu akan dijalankan ("Protokol")

Sumber:
T. Hani Handoko, Manajemen, (Yogtakarta: BPFE, 1999), Edisi 2, hlm 10-15
Erni Tisnawati Sule, dkk, Pengantar Manajemen, (Bandung: Kencana, 2004), Cetakan ke-4, hlm 6-7
Rakhmat jalaluddin ,2001, psikologi komunikasi ,Bandung : PT Remaja Rosdakarya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar